Hidup Dinamis
Hai,
“Kamu percaya gak kalo hidup itu
dinamis?” tanya temen gue. Gue jadi kepikiran, gue meyakini bahwa hidup itu
emang dinamis, selalu begerak. Akhirnya gue membaca sebuah buku yang bisa support opini gue itu. If you wondering judul bukunya adalah
Psikologi Positif karya Iman Setiadi Arif.
Kita punya emosi, kalo kata
William James dan Carl Lange, emosi itu penghayatan kita terhadap pola
perubahan fisiologis tubuh dalam menanggapi peristiwa yang dirasa akan membawa
perubahan besar dalam hidup kita. Emosi itu membantu kita untuk menghadapi suatu
peristiwa dengan tujuan untuk meningkatkan atau menjaga kesejahteraan kita. Peristiwa
yang terjadi tersebut obviously
diluar kendali kita. Dengan adanya emosi, kita akan terdorong untuk bertindak, melakukan sesuatu untuk menghadapi peristiwa tersebut.
Secara lebih detail, saat kita
menghadapi suatu peristiwa yang dikira akan berdampak besar pada diri kita, tubuh
secara otomatis akan mengalami perubahan fisiologis yang kemudian terdeteksilah
emosi apa yang sedang terjadi. Contoh, saat diruang gelap dan sepi, mungkin
kita akan jadi berkeringat atau jantung jadi berdebar. Perubahan fisiologis ini
terjadi sebagai respon terhadap informasi yang kita terima yaitu ruangan yang gelap
dan sepi. Dari perubahan fisiologis yang terjadi, kita menyadari bahwa kita sedang
mengalami suatu emosi yaitu rasa takut.
Perubahan fisiologis ini juga sebagai
ancang-ancang untuk bertindak, sebagai solusi dalam menyelesaikan masalah
tersebut. Semakin besar perubahan fisiologis, maka semakin besar pula dorongan
untuk bertindak. Dalam contoh ini rasa takut mendorong kita untuk bertindak,
menyalakan lampu atau pergi dari ruangan tersebut.
Pengalaman emosi yang kita
rasakan dan kita ’cerna’ menjadi pengalaman sadar inilah yang dinamakan feeling. Feeling menjadikan peristiwa hidup kita jadi bermakna. Yang membedakan
kita dengan hewan. Contohnya, kita dan hewan sama-sama bisa merasakan sakit
atau lust, tapi hanya manusia yang
bisa merasakan menderita atau cinta.
Seluruh proses ini terjadi baik
pada emosi negatif maupun emosi positif.
Dari satu perspektif ini, perspektif
emosi, cukup membantu gue dalam menjawab pertanyaan tentang apakah hidup itu
dinamis atau tidak. Jawabannya Ya. Menurut gue hidup kita akan terus berubah
sebagai tanda kita beradaptasi terhadap peristiwa sehari-hari yang juga terus
berubah diluar kendali kita.
Terima kasih sudah membaca sampai sini.
Komentar
Posting Komentar